Tuesday, May 06, 2008

Tangkal Kanker Serviks dengan Deteksi Dini

Ancaman kanker leher rahim atau serviks senantiasa mengintai wanita. Waspadai penyebarannya dengan deteksi awal untuk mengurangi risiko penularan dari virus Human Papilloma Virus (HPV).

Satu dari empat kematian yang disebabkan oleh kanker. Kanker paru merupakan kanker yang banyak menjangkiti pria. Sedangkan kanker payudara dan leher rahim (serviks) paling sering diderita wanita. "Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada organ reproduksi wanita. Kanker ini biasanya terjadi pada wanita usia reproduktif, antara usia 20 -30 tahun," ujar dokter spesialis kandungan dan kebidanan, Dr Eric Kasmara AMd SpOG pada seminar "Deteksi Dini dan pencegahan Kanker Leher Rahim" di Jakarta, belum lama ini.

Kanker leher rahim yang diderita para wanita disebabkan oleh beberapa faktor. Hubungan seksual yang dilakukan saat usia muda, kontak seksual dengan berganti-ganti pasangan, merokok, dan kurang mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.

Yang bertanggung jawab sebagai penyebab dari kanker serviks adalah virus yang bernama HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini termasuk dalam golongan virus DNA yang dapat menginfeksi kulit dan lapisan lendir atau mukrosa. Lapisan tubuh manusia yang banyak terdapat mukrosa salah satunya adalah vagina.

"99,7% kanker serviks disebabkan HPV onkogenik atau penyebab kanker HPV 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia," tutur Eric.

Badan Riset Kanker International (The International Agency for Research on Cancer - IARC) menyimpulkan bahwa HPV terbukti berhubungan dengan lebih dari 95% kasus kanker serviks. Pada umumnya, infeksi HPV tidak menimbulkan gejala, namun infeksi yang berkelanjutan dapat menimbulkan masalah seperti sel serviks abnormal, genital warts atau kutil di alat kelamin, dan kanker serviks.

"HPV mudah ditularkan melalui kontak kulit kelamin, dan setiap perempuan beresiko terkena nfeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks," tambah dokter Eric yang juga berpraktek di Rumah Sakit Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta.

Tidak terbatas pada wanita dewasa saja, ternyata HPV bisa tertular pada bayi. Virus HPV bisa ditularkan ke bayi melalui ibunya yang terinfeksi.

"Virus HPV bisa tertelan oleh bayi saat masih di dalam kandungan, dan ketika ia lahir, maka akan mengenai pita suara bayi tersebut, " ungkap Erik.

Bagi wanita yang sudah menikah, deteksi dini dengan pap smear (pap test) adalah tindakan paling tepat. Namun, pemeriksaan itu juga memiliki keterbatsan karena sifatnya yang sangat subyektif.

"Cara pencegahan sekunder penyakit ini salah satunya bisa mlalui skrining atau deteksi dini. Dan deteksi dini bisa dilakukan dengan uji skrining sitologi melalui pap test atau pap smear," tambah dokter Eric.

Test pap smear tidak memakan waktu lama, cuma beberapa menit saja. Pasien yang melakukan tes harus dalam keadaan berbaring atau telentang. kemudian, alat tes yang dinamakan spekulum akan dimasukkan ke dalam liang sanggama pasien.

Menurut Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan, Ivan Sentosa, tes pap smear merupakan upaya pengambilan cairan dari vagina untuk meneliti apakah terlihat kelainan sel di sekitar leher rahim. "Tes ini bisa dilakukan oleh setiap wanita, walaupun dia sudah tidak produktif lagi," kata Ivan.

Pemberian nama tes pap smear, diambil dari nama seorang dokter bernama Papanicolau. Keunggulannya, harga relatif murah, juga mudah dilaksanakan tenaga ahli. Resiko terkena kanker serviks perempuan yang tidak melakukan tes pap smear lima kali lebih tinggi dibandingkan yang menjalankan tes.

"Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Makin awal mendeteksi penyakit ini, semakin kecil presentase terkena virus HPV. Tes pap smear adalah cara yang mudah dilakukan dalam pendeteksian ini," terang Eric.

(Seputar Indonesia, 1 mei 2008)

Wednesday, January 02, 2008

ASPARTAME, Pemanis Yang Bikin Heboh

Banyak orang menganggap bahwa aspartame, yaitu gula buatan yang banyak dipakai di berbagai produk makanan, sangat berbahaya bagi kesehatan. saya dulu pun menganggapnya begitu., berdasarkan informasi dari seorang teman. Apalagi setelah membaca beberapa situs yang menyatakan bahayanya aspartame. Tetapi artikel yang saya dapatkan dari sebuah buku tentang aspartame ini mungkin layak untuk disimak sebagai pertimbangan.

ASPARTAM

Apakah Aspartam itu?

Aspartam adalah pemanis rendah kalori yang aman digunakan sebagai pengganti gula tebu di berbagai makanan dan minuman rendah kalori. Aspartam umum terdapat di makanan dan minuman yang kita konsumsi seperti permen bebas gula, pengganti gula pasir, minuman soda yang bertuliskan “diet”, dll.

Terdiri dari apakah aspartam itu?
Aspartam terdiri dari dua asam amino yaitu: asam aspartik dan fenil alanin. Asam amino adalah gugus pembentuk protein. baik asam aspartik maupun fenil alanin adalah asam amino esensial yaitu zat yang selalu dibutuhkan tubuh karena tidak dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh. Asam aspartik dan fenil alanin juga terdapat di berbagai makanan yang selalu kita makan sehari-hari seperti daging sapi, ayam, telur, gandum, kacang-kacangan, tahu, tempe, susu, keju, dll.

Berbahayakah Fenin alanin itu?
Fenin alanin pada aspartam tidak berbahaya. Fenil alanin justru merupakan salah satu dari delapan asam amino esensial yang diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, regenerasi, dan untuk fungsi faal tubuh. Fenin alanin tidak menumpuk di tubuh. Pada proses penyerapan makanan, fenil alanin diserap dan melalui metabolisme tubuh secara normal sama seperti makanan pada umumnya yang juga mengandung fenil alanin seperti daging, gandum dan kacang-kacangan.

Apakah saya aman untuk mengkonsumsi suatu produk yang mengandung fenin alanin?
Jika tidak menderita phenyl ketonuria, anda aman untuk mengkonsumsi produk tersebut.


Apakah Phenyl Ketonuria (PKU) itu?
PKU adalah suatu penyakit kelainan metabolisme tubuh yang disebabkan karena tubuh kekurangan suatu enzim yang diperlukan untuk mencerna salah satu asam amino, yaitu fenin alanin. Oleh karena itu penderita PKU tidak boleh mengkonsumsi aspartam karena kandungan fenin alanin-nya dapat menumpuk di tubuh. PKU merupakan penyakit keturunan yang sangat jarang, yang kemungkinannya 1 berbanding 15000 orang. Penderita PKU tidak dapat makan makanan seperti orang normal, mereka harus mengikuti diet yang ketat makanan rendah protein dan dibantu dengan formula khusus berbentuk makanan cair. Penderita PKU tidak boleh mengkonsumsi produk yang mengandung aspartam.

Tahu dari mana saya tidak menderita Phenyl Ketonuria?
Bila anda sampai sekarang dapat memakan makanan berprotein (seperti daging, telur, roti, kacang-kacangan, susu, keju dll) tanpa terjadi gejala kerusakan otak, kemunduran mental, hilangnya pigmentasi pada kulit, rambut, dan mata, berarti anda tidak mengidap phenyl ketonuria.

Apakah wanita hamil aman mengkonsumsi Makanan yang Mengandung Aspartam?
Wanita hamil secara umum aman mengkonsumsi makanan yang mengandung aspartam. Wanita hamil yang mengidap PKU dan wanita hamil dengan kadar fenin alanin yang tinggi saja yang tidak boleh mengkonsumsi makanan yang mengandung aspartam. Bila dokter kandungan tidak melarang anda mengkonsumsi makanan yang mengandung fenin alanin seperti daging, gandum dan kacang-kacangan, berarti anda juga aman mengkonsumsinya.

Mengapa Suatu Produk memakai aspartam dan apa manfaatnya?
Penggunaan aspartam pada suatu produk memberikan rasa manis tanpa efek samping yang berbahaya seperti yang ditimbulkan oleh pemanis yang berasal dari gula tebu. Keuntungan penggunaan aspartam diantaranya adalah aspartam tidak menyebabkan gigi berlubang, tidak menyebabkan naiknya kadar gula darah pada penderita diabetes, tidak menyebabkan kegemukan, tidak menyebabkan naiknya tekanan darah, aspartam tidak bersifat asam.

Mengapa ada label peringatan dicantumkan pada produk tersebut?
Walaupun secara fakta, keamanan penggunaan aspartam adalah 99,9933% (dari 15000 orang hanya 1 orang yang mengidap phenyl ketonuria), badan kesehatan di berbagai negara (termasuk badan POM Indonesia) menganjurkan untuk menuliskan label peringatan tersebut. Di Amerika dan negara maju lainnya, label bertuliskan “WARNING: PHENYLKETONURICS-CONTAINS PHENYLALANINE” sudah tidak asing lagi ditemukan di berbagai kemasan makanan-makanan rendah kalori yang bermutu (seperti pada kemasan es krim, permen, gula rendah kalori dll). Dengan menuliskan label tersebut, justru konsumen tahu bahwa perusahaan pembuat makanan tersebut benar-benar transparan, bermutu, dan peduli pada keamanan konsumen.

Apakah ada badan kesehatan yang terpercaya yang menyatakan bahwa aspartam itu aman?
Aspartam telah digunakan sejak tahun 1965 dan telah melalui riset yang intensif selama lebih dari 40 tahun dari banyak badan pengawas kesehatan di dunia. Badan kesehatan dunia dari PBB, World Health Organization menyatakan bahwa aspartam aman dan tidak menyebabkan tumor otak. Lihat http://www.who.int/medicines/library/pnewslet/dmp_pn5697.html.

Badan kesehatan di Amerika Serikat, U.S. Food dan Drug Administration (FDA), telah melakukan riset, penelitian, dan monitoring secara kontinyu, menyatakan bahwa aspartam aman digunakan dalam makanan.Lihat http://www.fda.gov/bbs/topics/ANSWERS/ANS00772.html, (http://www.fda.gov/fdac/departs/2002/302_ltrs.html)

U.S. FDA’s Center for Food Safety and Applied Nutrition, yaitu cabang dari FDA yang melindungi keamanan dan kesehatan publik dengan cara memastikan bahwa makanan aman, bernutrisi dan berguna, menyatakan aspartam aman digunakan pada makanan. Lihat http://vm.cfsan.fda.gov/~dms/qa-adf9.html
http://www.cfsan.fda.gov/~dms/whalrg1.html

U.K. Food Standards Agency, badan pemerintah Inggris sebagai pengawas kesehatan makanan mengakui keamanan dari penggunaan aspartam. Lihat http://www.foodstandards.gov.uk/news/newsarchive/2002/dec/aspartamereview;
http://www.food.gov.uk/safereating/additivesbranch/sweeteners/55174
)

French Food Safety Agency (AFSSA), badan kesehatan Perancis, menyatakan keamanan dari aspatram (softkopi dari dokumen asli dapat dilihat di www.aspartame.org/pdf/AFSSA-eng.pdf

Badan POM Indonesia telah memberikan ijin penggunaan aspartam di berbagai produk sehari-hari yang terjual secara umum.

Masih banyak lagi badan-badan pengawas keamanan makanan dari pemerintahan di berbagai negara di dunia yang menyatakan aspartame itu aman. Anda dapat membaca rangkumannya di www.aspartame.org/aspartame_experts_regulatory.html

Aspartame juga dinyatakan aman dan berguna oleh organisasi independen profesional dunia. Alzheimer’s Association, lembaga dunia yang berkecimpung dan melakukan riset tentang kepikunan (alzheimer), menyatakan bahwa aspartame tidak menyebabkan kepikunan (http://www.alz.org/AboutAD/Myths.asp).

American Cancer Society menyatakan bahwa aspartame tidak menyebabkan kanker
http://www.cancer.org/docroot/ped/content/ped_1_3x_aspartame.asp.
American Diabetes Association menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara aspartame dan problem kesehatan yang berhubungan dengan diabetes. http://www.diabetes.org/nutrition-and-recipes/nutrition/sweeteners.jsp .
Lupus Foundation of America menyatakan bahwa aspartame tidak menyebabkan lupus dan aman digunakan untuk penderita lupus http://www.lupus.org/education/faq.html#22.

Masih banyak lagi badan-badan independen dunia seperti Multiple Sclerosis Foundation, National Parkinson Foundation, dll yang menyatakan keamanan dari aspartame (dapat dilihat rangkumannya di www.aspartame.org/aspartame_experts_science.html).

Berapa Dosis yang diperbolehkan setiap hari?
Sama seperti hal-hal lain, bahwa sesuatu hal bila terlalu banyak tidak akan baik untuk kesehatan kita (seperti juga terlalu banyak makan gula / daging / telur, dan lain-lain). Menurut FSA di web www.fsa.gov.uk bahwa Acceptance Day Intake (ADI) aspartame untuk semua golongan usia adalah 40 mg per kilogram berat badan per hari. Jadi bila berat anda 60 kg, maka ADInya adalah 2400 mg.

Saya mendengar kabar bahwa aspartame itu berbahaya dan menyebabkan kanker, benarkah hal itu?

Mana yang lebih anda percaya, gosip dan mitos yang tidak berdasarkan fakta, atau penelitian puluhan tahun yang dilakukan oleh badan-badan dunia yang memiliki integritas? Pilihan ada di tangan anda. Anda telah melihat faktanya di atas bahwa badan-badan kesehatan dunia dari pemerintahan dan lembaga-lembaga independen telah menyatakan bahwa aspartame aman untuk dikonsumsi.

Dikutip dari buku: Sehat Alami, published by Tiens Group